Minggu, 11 Januari 2015

Japan Urban Legend


Japan Urban Legend

a.                 Hanako-San
Hanako san adalah hantu seorang gadis muda menyeramkan yang menghantui toilet sekolah di Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir ia telah menjadi hantu yang paling terkenal di dunia. Hal ini terjadi pada sekolah yang memiliki toilet permanen. Toilet tersebut akan ditempati oleh hantu gadis misterius yang terkenal di Jepang dan dijuluki sebagai Toire no Hanako-san (Hanako di toilet). Dia sering ditemukan di bilik ketiga toilet lantai tiga yang bisanya merupakan ruangan para gadis, tetapi hal ini biasanya berbeda dari sekolah satu dengan sekolah lainnya. Rincian tentang penampilan fisiknya juga bervariasi, tetapi secara umum dia digambarkan memiliki rambut model bob dan mengenakan rok merah.

Perilaku Hanako-san juga bervariasi sesuai dengan lokasinya, tetapi dalam banyak kasus, dia tetap bersembunyi di kamar mandi sampai seorang mahasiswa pemberani datang untuk memancingnya. Hanako-san bisa dipancing dengan mengetuk pintu biliknya (biasanya diketuk tiga kali), memanggil namanya, dan mengajukan pertanyaan tertentu. Pertanyaan yang paling umum adalah “Apakah kau di sana Hanako-san”, jika Hanako-san memang hadir dia akan menjawab dengan suara samar “Ya, aku di sini”.
Beberapa cerita menyatakan bahwa siapa pun yang cukup berani untuk membuka pintu pada saat Hanako-san hadir, maka akan disambut oleh seorang gadis kecil mengenakan rok merah dan kemudian akan ditarik ke toilet.
Berikut ini adalah penjelasan tentang asal-usul hanako san yang kelam
Meskipun ia menjadi fenomena nasional pada tahun 1980-an, namun ada spekulasi bahwa ia telah ada sejak tahun 1950-an.
Beberapa cerita menyatakan dia adalah hantu seorang gadis pada era perang dunia kedua yang meninggal dalam serangan bom di sekolah saat dia sedang bermain petak umpet. Cerita lain menyatakan dia adalah roh gentayangan dari seorang gadis yang hidupnya berakhir di tangan orang tua yang gila yang menemukan persembunyiannya di kamar mandi.
Dari sebuah cerita di prefektur Fukushima dinyatakan bahwa dia adalah hantu seorang mantan mahasiswa yang meninggal dalam kecelakaan malang di sekolah (hantu seorang gadis yang jatuh dari jendela perpustakaan).
Banyak versi yang muncul mengenai legenda Hanako-san dari waktu ke waktu, seperti berikut ini:
Legenda di Prefektur Yamagata dinyatakan bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi padamu jika Hanako-san berbicara padamu dengan suara jahat.
Legenda lain dari prefektur Yamagata menyatakan bahwa Hanako-san sebenarnya adalah memiliki panjang 3 meter, memiliki 3 kepala kadal, dan menggunakan suara seorang gadis kecil untuk menarik korban.
Di sebuah sekolah di kota Kurosawajiri (prefektur Iwate) dinyatakan bahwa akan muncul tangan putih besar dari sebuah lubang di lantai kamar mandi bilik ketiga, jika kamu berkata “Hanako ketiga” (Sanbanme no Hanako-san)
Di sebuah sekolah di Yokohama (prefektur Kanagawa) dinyatakan bahwa di ruangan anak laki-laki akan muncul tangan berdarah dari toilet jika kamu mengitarinya tiga kali sambil memanggil nama Hanako-san.
Selain itu juga telah tersebar berita tentang “Jamur Hanako” yang dikatakan dapat menular kepada siapa saja jika lututnya tergores di tempat bermain. Penularan juga dikatakan dapat menyebabkan jamur kecil tumbuh menjadi kudis.

Pada umumnya, Hanako-san tidak berbahaya dan dapat dihindari dengan tinggal jauh dari tempat persembunyian yang telah dia tentukan. Tapi jika kamu merasa perlu untuk menyingkirkannya, cobalah untuk menunjukkan hasil ujian dengan nilai sempurna kepada Hanako. Beberapa legenda menyatakan bahwa nilai yang bagus akan membuatnya menghilang ke udara.
b.                 Kuchisake Onna
Kuchisake-onna atau wanita bermulut robek adalah sejenis siluman dalam mitologi dan legenda urban Jepang. Ia berwujud seorang wanita yang menutup mulutnya yang robek dengan masker.

Sejarah : Kuchisake Onna tadinya adalah wanita muda yang hidup pada zaman Heian, seorang istri dari selir samurai. Dia memiliki wajah cantik tapi memiliki kepribadian yang sombong. Karena kecantikannya, dia sering berselingkuh. Karena hal itulah, suaminya menjadi marah dan membelah mulut hingga ke kuping kiri dan kanan. Kemudian si suami mengejeknya sambil berkata "Sekarang siapa yang akan berkata kau cantik?"
seorang dokter sempat berusaha untuk mengobati luka diwajahnya dengan melakukan operasi plastik namun sayangnya gagal, setelah itu dia menjadi depresi, kemana-mana ia slalu memakai masker bedah, para tetangga selalu
 menghinanya dan anak-anak mereka sering melemparinya dengan batu, tak lama kemudian akhirnya dia meninggal.

Jika Anda bertemu dengan Kuchisake Onna - dia akan bertanya sebuah pertanyaan kepada anda, "Watashi kirei? (Apa aku cantik?)" , jika Anda berkata "YA", maka dia akan membuka maskernya dan memperlihatkan wajahnya yang menyeramkan. Kemudian dia akan bertanya lagi, "KORE DEMO (Bahkan bila seperti ini?)" Jika Anda berkata tidak atau ketakutan, maka anda akan dibunuh dengan gunting, golok, sabit, atau senjata tajam yang lainnya. Jika anda menjawab "YA", maka dia akan merobek mulut anda dari sampai ke kuping kiri-kanan persis seperti dia. Laripun tidak akan berguna, karena dia bisa mengejarmu dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Hal yang harus dilakukan jika bertemu dengan Kuchisake Onna - Bila dia bertanya "Apakah aku cantik?", Anda harus menjawab "begitulah", sehingga dia akan bingung dan memberi kita kesempatan untuk kabur.


c.                   Kashima Reiko atau Teke-Teke
Kashima Reiko-san adalah legenda perkotaan di Jepang tentang hantu seorang wanita tanpa kaki yang menghantui kamar mandi sekolah.

PERHATIAN : Ada beberapa cerita yang mengatakan bahwa jika kita membaca dan sudah mengetahui cerita dari Kashima Reiko-san, maka ia akan muncul ke hadapan Anda dalam waktu 1 bulan. Saya sendiri tidak terlalu percaya, tapi demi berjaga-jaga, jika anda adalah orang yang termasuk kategori takut dengan hantu, akan lebih baik jika tidak membaca cerita dari KASHIMA REIKO-san ini.
Sejarah : Kashima Reiko-san tadinya adalah wanita yang tinggal di Hokkaido, Jepang. Suatu malam, dia diserang oleh sekelompok orang. Mereka menyiksanya secara sadis kemudian ditinggalkan begitu saja. Dia mencoba meminta pertolongan tapi tidak ada yang mendengarnya. Dia merangkak sepanjang jalan dan sampailah dia di jalur kereta dan jatuh pingsan disana. Kereta datang dan menggilasnya hingga terpotong menjadi dua. Sejak saat itu, hantunya penasaran dan ingin balas dendam dan dia mengembara ke penjuru dunia mencari kakinya yang hilang. Sering ditemui di kamar mandi sekolah, tetapi bisa juga muncul di kamar mandi rumah pada tengah malam.

Jika bertemu dan jalan keluarnya : Jika dia menemui anda, dia akan bertanya "Dimana kaki saya?" jawablah.. "Di Expressway Meishin". Kemudian dia akan bertanya lagi, "Siapa yang bilang begitu?", jawablah "Kashima Reiko-san mengatakan kepada saya".
 
d.                  Aka Manto atau Red Cape
Di Jepang , hantu ini dikenal juga sebagai "Aka Hanten" , "Ao Hanten". Aka Hanten merupakan anak laki - laki yang sangat tampan dan membuat semua gadis tergila - gila kepadanya. Ketampanannya membuat gadis menuruti semua keinginannya. Lalu dia menutupi mukanya dengan topeng putih untuk menutupi ketampanannya. Beberapa orang bilang dia menculik gadis cantik yang ia pernah temui , dan gadis itu tidak pernah ditemukan lagi.

Beberapa juga memanggilnya "Red Cape". Dia menanyakan , "Apakah ingin kupakaikan jubah merah?". Jika bilang iya , maka kamu akan menghancurkan bajumu , dan menguliti kulit bagian belakangmu sehingga membuatmu seperti mengenakan jubah merah.
Versi lain mengatakan namanya Akakami , Aokami. Aka kami artinya Akkai (merah) Kami (kertas atau tisu). Sedangkan Ao kami artinya Aoi (biru) Kami (kertas atau itu). Jadinya Akakami dan Aokami artinya tisu merah tisu biru. Ketika ada anak perempuan yang pergi ke toilet sekolah paling pojok , biasanya ada suara misterius yang bilang "Mau kertas merah apa kertas biru?". Jika jawab merah kita akan dikuliti hidup hidup sehingga badan kita berwarna merah. Sedangkan jika jawab biru dia akan mencabik kita dan membuat semua darah di tubuh kita keluar sehingga tubuh kita berwarna biru.

e.                   Nopperabou
Nopperabou atau Hantu Muka Rata adalah salah satu legenda urban yang paling tua di Jepang. Wujudnya sama seperti manusia biasa, hanya saja wajahnya rata tanpa mata, hidung dan bibir. Ia sering muncul tiba-tiba lalu berbicara dengan ramah terhadap orang lain. Awalnya lawan bicaranya tidak menyadari jika ia sedang berbicara dengan Nopperabou. Ketika lawan bicaranya lengah, Nopperabou segera menunjukkan wajahnya yang rata dan membuat lawan bicaranya lari terbirit-birit.

Berhati-hatilah jika Anda memiliki wajah yang tampan/cantik, jangan pernah berjalan di malam hari sendirian, karena hantu ini akan muncul. Nopperabou selalu merasa dirinya adalah manusia. Dia selalu merubah wujudnya dengan wajah manusia. Namun pada saat malam tiba, dia akan berubah menjadi muka rata. HATI-HATI... Jika Anda meneriakinya ataupun menyebutnya dengan muka rata, dia akan mengupas wajah anda dari kepala anda.
 
f.                   Rokurokubi
Sama seperti Nopperabou, Rokurokubi adalah legenda urban yang telah berusia ribuan tahun. Rokurokubi adalah perwujudan seorang siluman perempuan yang dikutuk karena melanggar karma Budha. Di siang hari, ia tampil sama seperti manusia biasa, sedangkan di malam hari ia berubah menjadi perempuan yang dapat mengulur lehernya hingga sangat panjang dan mengubah wajahnya menjadi sosok yang menyeramkan. Biasanya, Rokurokubi dapat hidup bersama manusia biasa dan berpura-pura hidup normal seperti manusia lainnya.

g.                 Gadis Dari Celah
Setiap rumah dipercaya memiliki 'penunggu' yang selalu identik dengan arwah penasaran. Itu pula yang dikenal dengan sosok Gadis Dari Celah ini. Konon katanya sosok ini adalah arwah penasaran yang ada di celah-celah antara benda, pintu atau jendela di sebuah rumah.

Tentu setiap rumah memiliki sebuah celah. Dan ketika suatu hari kamu beruntung bertemu dengan hantu ini, maka dia akan mengajakmu untuk bermain petak umpet. Saat itu, jika kamu sedang sial, bisa saja hantu gadis ini mengajakmu ke dimensi lain atau ke neraka. Mungkin lebih baik memang jangan biarkan ada celah-celah di rumahmu. Rapatkan saja semuanya.

h.                  Nure-Onna
Nure-Onna adalah makhluk bertubuh ular dengan kepala seorang manusia khususnya wanita. Banyak cerita bervariasi tentang bentuk dari Nure-Onna. Salah satunya yaitu dia digambarkan memiliki tubuh sepanjang 300m, mempunyai cakar dan taring yang panjang serta memiliki rambut yang sangat indah dan ia selalu menggendong bayi kecilnya yang berbentuk seperti kepompong besar, yang biasanya ia gunakan untuk menarik perhatian korbannya. Nure-Onna biasanya terlihat di sebuah pantai, sambil mencuci rambutnya.

Dalam beberapa cerita, Nure-Onna adalah makhluk legenda yang mengerikan dan cukup kuat. Ia bias menghancurkan pohon dengan sekali kibasan ekornya yang panjan dan ia sangat suka memangsa manusia. Nure-Onna menggunakan lidahnya yang panjang untuk menghisap habis darah dari tubuh korbannya yang kemudian ia makan. Hiii seram sekali ya.
 
i.                    Hikiko
Urban legend ini juga terkenal di Jepang sampai dibuat film. Mengisahkan tentang Mori Hikiko, seorang gadis cilik berwajah buruk yang selalu disiksa oleh orangtua dan teman-temannya. Untung balas dendam, Hikiko akan menangkap anak-anak SD, menyeret mereka, dan memutilasi mereka dengan kejam.

Diceritakan Hikiko hantu yang sangat menyeramkan dan sangat kejam, korbannya adalah anak-anak sekolahan. Hikiko sering berada di tangga sebuah jembatan penyebrangan atau terowongan kecil. Ia selalu menggendong erat sebuah boneka dengan menggenakan baju lengan panjang putih yang sudah terlihat kusam oleh merah darah dan rambut panjang yang menutupi wajahnya.

Jangan pernah mendekatinya atau menegurnya karena da akan segera menyerangmu kemudian menyeretmu lalu memotong-motong bagian tubuhmu. Menurut cerita, jika kamu bertemu dengannya katakana padanya “orikosan” yang berarti anak baik dalam bahasa jepang selama ia menatapmu. Oh ya, nama Mori Hikiko jika dibalik nama depan dan belakangnya, akan menjadi hikikomori yang artinya kira-kira social withdrawal.


j.                   Onibaba
Onibaba adalah hantu yang dipercaya berasal dari cerita masyarakat yang ada di jepang. konon katanya hantu yang bernama onibaba ini adalah seorang perempuan yang sudah tua dan keriput dengan penampilan rambut yang terlihat acak-acakan sama seperti rambutnya para gepeng dijalanan dan orang gila. onibaba juga selalu memakai sebuah topeng yang terlihat menyeramkan. yang menjadi kesukaannya adalah memakan daging para manusia. ketika sedang menampakkan dirinya biasanya ia memiliki mulut yang lebar dan menganga, kadang-kadang diceritakan bahwa onibaba sering membawa pisau ditangannya dan duduk dengan posisi seperti orang sedang ngesot dan membawa benang sepanjang satu gulung dan disebelah benang tersebut terdapat sebuah panci yang isinya adalah air mendidih.

Onibaba selalu menyembunyikan penampilan menyeramkannya yang seperti setan supaya para korbannya akan tertipu atau terkelabui dan mengira bahwa yang dia lihat adalah seorang nenek tua yang sedang membutuhkan bantuan dan menyendiri padahal sebenarnya wanita tua tersebut adalah onibaba. dikisahkan bahwa hantu onibaba menghabisi para korbannya dengan cara menusuknya dengan sebilah pisau setelah itu organ bagian dalam seperti ginjal dan hati akan diambil dan di masak atau direbus kedalam panci yang berisi air mendidih tadi. onibaba biasanya memasukkan organ korbannya kedalam panci yang berisi air dalam keadaan hidup-hidup. yang paling disenangi dalam aksinya ini adalah meminum darah manusia yang masih berupa janin atau bayi. onibaba bertempat tinggal di suatu tempat yang bernama Adachigahara dan onibaba mempunyai nama yang lebih terkenal yaitu hantu wanita tua dari adachigahara. kabarnya ada sebuah museum kecil yang berada di adachigahara yang menyimpan pisau, benang, dan panci yang digunakan oleh onibaba untuk menghabisi para korbannya.
                                                   

k.                 Yurei
Yurei adalah sebuah sebutan bagi sosok makhluk halus yang terkenal di cerita rakyat Jepang. Mereka tidak menyebutnya hantu. Namanya terdiri dari 2 kanji yaitu yu yang berarti "samar" sedangkan rei berarti "roh" atau "arwah". Adapula sebutan lain untuk Yurei, yaitu Borei (arwah yang terpisah), Shiryo (arwah yang mati), dan Yokai.

Menurut kepercayaan tradisional, setiap manusia memiliki sebuah roh yang disebut reikon. Ketika seseorang meninggal, reikon akan meninggalkan badan manusianya dan masuk dalam bentuk purgatory (semacam alam roh dimana roh belum bisa pergi ke Surga atau Neraka). Kemudian mereka akan menunggu hingga tubuh mereka dimakamkan secara tepat dan upacara pemakaman dilaksanakan. Setelah itu mereka dapat bergabung bersama nenek moyangnya. Apabila tata cara tersebut terlaksana dengan sukses, reikon akan menjadi pelindung anggota keluarga yang masih hidup dan akan datang setiap bulan Agustus. Inilah sebabnya mengapa diadakan sebuah festival penghormatan yang disebut Festival Obon.

Seseorang yang meninggal bisa saja menjadi Yurei dengan kriteria sebagai berikut:

1.) Meninggal secara tidak wajar atau karena kasus kekerasan (pembunuhan atau bunuh diri)
2.) Upacara pemakaman tidak terlaksana dengan tepat
3.) Terbawa emosi kuat seperti dendam, cinta, cemburu, benci atau berduka.

Seseorang yang berhasil bertransformasi ke wujud Yurei, dia dapat menyeberangi dari alam roh ke alam manusia secara bebas.

Penggambaran wujud Yurei secara umum dilukiskan sebagai berikut:

1.) Kimono Putih: Yurei biasanya terlihat mengenakan kimono berwarna putih. Ini adalah sebagai lambang dari pemakaman zaman Edo. Mereka terkadang terlihat mengenakan hitaikakushi, semacam ikat kepala berbentuk segitiga.
2.) Rambut Hitam: Rambut Yurei umumnya terlihat hitam, panjang dan terurai.
3.) Tangan dan Kaki: Tangan Yurei terlihat terayun dengan lemas (dengan posisi seperti ingin menakut-nakuti). Dan kaki mereka tidak terlihat (disebabkan karena Yurei melayang di atas tanah).
4.) Hitodama: Kemunculan Yurei biasanya diiringi dengan munculnya Hitodama. Yaitu semacam bola api yang berwarna biru, ungu atau hijau.

Berikut daftar hantu yang bisa kita sebut sebagai Yurei:

1.) Onryo
Onryo adalah hantu pembalas yang kembali dari purgatory. Mereka biasanya akan membalas dendam kepada orang yang telah melakukan kesalahan padanya

2.) Ubume
Ubume adalah seorang wanita yang meninggal ketika sedang melahirkan atau sesudah melahirkan. Yurei ini akan sering berkunjung ke anaknya. Mungkin kita akan lebih mengenal dengan nama Kuntilanak di Indonesia.
 
3.) Goryo
Goryo adalah Yurei pembalas yang berasal dari golongan ningrat (bangsawan). Terutama bagi mereka yang mengalami penganiayaan.
4. Funayurei
Adalah Yurei dari orang yang meninggal di lautan. Terkadang terlihat seperti manusia ikan (duyung).
5. Zashiki-warashi
Zashiki-warashi adalah Yurei yang berwujud anak-anak. Mereka terkadang nakal dan tidak berbahaya.

6. Yurei Samurai
Mereka adalah Yurei dari veteran-veteran perang yang gugur dalam Perang Genpei. Tidak seperti Yurei lain, Samurai terlihat memiliki kaki.

7. Yurei Penggoda
Mereka biasanya terdiri dari pria atau wanita yang terlibat asmara dengan manusia (yang masih hidup).


Yurei tidak bergentayangan secara bebas. Mereka biasanya berkeliaran di tempat-tempat tertentu seperti makamnya dan tempat dia meninggal. Terkadang dia juga mengikuti orang tertentu seperti yang membunuhnya atau dicintainya. Masrakat Jepang percaya kemunculan Yurei adalah antara pukul 02.00-03.00 dini hari, dimana diyakini alam roh dan alam manusia pada posisi menjadi satu.

Yurei biasanya akan terus bergentayangan sebelum keinginan mereka terpenuhi. Beberapa Yurei yang kuat akan terus membunuh orang walaupun pembunuh aslinya sudah meninggal.
Cara paling mudah untuk mengusir Yurei adalah dengan memenuhi keinginannya yang belum terwujud. Alasannya adalah ketika sebuah emosi kuat yang mengikat roh di bumi lenyap, maka Yurei akan melanjutkan perjalanan ke alam baka. Biasanya anggota keluarganyalah yang akan mengemban tugas ini hingga emosi Yurei benar-benar terlampiaskan.


l.                   Kiyohime
Kiyohime adalah nama seorang gadis yang terkenal dalam cerita rakyat Jepang. Dia adalah putri dari Shoji, seorang kepala desa atau tuan tanah yang berlokasi di tepi sungai Hidaka. Keluarga itu cukup kaya dan seringkali membantu para petapa yang melintas. Biasanya para petapa yang sedang dalam perjalanan, akan menginap di rumah keluarga Shoji.

Suatu hari seorang petapa tampan yang bernama Anchin datang ke rumah keluarga Shoji dan mereka saling jatuh cinta. Namun seiring waktu berjalan, dia dapat menahan diri untuk tidak menemui Kiyo. Kiyo menjadi kesal dan berusaha menemuinya dengan hati diliputi amarah. Mereka akhirnya bertemu di tepi sungai Hidaka. Saat itu, Anchin menyuruh seorang tukang perahu untuk menolongnya menyeberang sungai. Sementara itu dia juga meminta agar tukang perahu itu tidak boleh menyeberangkan Kiyo.

Ketika Kiyo menyadari bahwa Anchin berusaha lari darinya, dia melompat ke sungai kemudian berenang, berharap dia bisa mengejar Anchin. Ketika Kiyo berenang ke arah semburan sungai Hidaka, dia berubah menjadi ular raksasa karena hatinya diliputi amarah. Anchin melihat bahwa monster itu hampir saja menangkapnya, kemudian dia berlari ke arah kuil Dojo-ji. Dia menjelaskan keadannya dan berusaha meminta pertolongan kepada biksu Dojo-ji. Anchin kemudian bersembunyi dibawah lonceng kuil.

Dalam wujud setengah ular, Kiyo akhirnya sampai di kuil Dojo-ji dan berusaha mencari Anchin. Karena aroma tubuh Anchin sudah dihafal Kiyo, dia bisa menemukannya dengan mudah. Kiyo melingkari lonceng tersebut dan memukulnya beberapa kali menggunakan ekornya. Kemudian Kiyo berusaha membakar lonceng tersebut hingga mencair. Anchin kemudian tewas seketika.

Cerita kiyohime ini sering dikait-kaitkan dengan legenda Nure-Onna






KESIMPULAN
Masih banyak urban legend lainnya tentang Jepang, jepang termasuk negara yang luas dan masyarakatnya banyak yang masih menganut kepercyaan kepercayaan adat. jadi semakin besar tempat untuk urban legend seperti ini, tapi untuk benar atau tidaknya semua kembali lagi kepada masing-masing pribadi anda :D






Daftar Pustaka

Ebook Japanese Mythology [Mitologi Jepang]
by : Jeremy Roberts
Year: 2009 - Pages: 138 - Format: PDF - Language: English ( Di terjemahkan )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar